Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi: Tips Lengkap

Meski tak berbahaya, kolik dapat membuat orang tua stres. Karena itu, penting memiliki strategi cara mengatasi kolik pada bayi, bahkan sebelum mengalaminya.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Papa menenangkan bayi yang menangis dengan posisi telungkup di lengan

Bayi Mama menangis selama berjam-jam di malam hari dan terjadi selama berhari-hari? Bisa jadi itu tandanya bayi Mama sedang mengalami kolik. Kolik pada bayi memang bisa membuat orang tua jadi stres dan cemas. Tapi tenang, Mama tidak sendiri. Agar Mama dan Papa tidak panik, yuk kenali dulu masalah kolik secara lengkap dan lihat strategi cara mengatasi kolik pada bayi.

Penyebab Kolik Pada Bayi

Hingga saat ini, penyebab kolik pada bayi belum dapat diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang mungkin yang berkontribusi terhadap masalah kolik. Di antaranya:

  • Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna dengan otot yang sering kejang

  • Ketidakseimbangan sistem pencernaan yang menyebabkan timbul gas

  • Hormon yang menyebabkan sakit perut atau kembung

  • Kepekaan terhadap cahaya, kebisingan, atau terlalu banyak stimulasi

  • Alergi pada makanan tertentu

  • Sistem saraf yang sedang berkembang

  • Bentuk awal migrain anak

  • Ketakutan, frustrasi, atau kegembiraan terkait kondisi keluarga.

Penyebab Kolik Pada Bayi

Selain itu, para ahli setuju mengenai beberapa kondisi terjadinya kolik:

  • Kolik biasanya terjadi ketika bayi berusia di atas 2 minggu untuk mereka yang lahir normal, atau lebih untuk mereka yang lahir prematur

  • Kolik akan berhenti dengan sendirinya setelah bayi menginjak usia 3-4 bulan

  • Dapat terjadi pada semua bayi. Perbedaan jenis kelamin, usia kehamilan, serta mengonsumsi ASI atau sufor tidak memengaruhi besaran risiko kolik

  • Bayi yang lahir dari ibu merokok memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kolik

  • Kolik tidak mengganggu tumbuh kembang bayi.

Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi

Meski tidak berbahaya bagi tumbuh kembangnya dalam jangka pendek maupun jangka panjang, kolik dapat mengakibatkan orang tua menjadi stres.

Riset menemukan korelasi antara kolik dengan kualitas kehidupan orang tua, antara lain: memunculkan perasaan bersalah, marah, dan putus asa, meningkatkan risiko depresi post-partum pada Mama, serta asi eksklusif berhenti lebih awal.

Tak hanya itu, Mama dan Papa harus menahan keinginan untuk mengguncang bayi akibat emosi tidak terkontrol saat merasa putus asa menenangkannya. Sebab mengguncang bayi dapat mencelakakan otak dan menyebabkan kematian.

Untuk itu, sangat penting memiliki strategi untuk menenangkan bayi kolik, bahkan sebelum Mama dan Papa mengalaminya. Berikut adalah langkah yang bisa Mama dan Papa lakukan.

  • Mengajaknya berjalan-jalan atau menaruhnya pada rocking chair

  • Berikan empeng

  • Gunakan botol dot anti kolik untuk mencegah gas masuk dalam perutnya

  • Putar lagu yang menenangkan dan gelapkan cahaya

  • Nyalakan derau putih (white sound), seperti bunyi AC, kipas angin, atau mesin lainnya

  • Mandikan bayi dengan air hangat

cara mengatasi kolik pada bayi

Wanginya yang segar dan lembut bisa membuat Mama dan bayi rileks.

cara mengatasi kolik pada bayi

Tak Apa Merasa Bingung

Menghadapi kolik pada bayi bukan perkara mudah. Banyak orang tua merasa kesehatan mentalnya ikut terganggu akibat mengurus bayi.

Namun dengan mempelajari dan mengenali kolik, semoga Mama dan Papa dapat mengatasinya dengan lebih baik. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama dan Papa!

Tak Apa Merasa Bingung

Yang Perlu Diluruskan tentang Kolik

Penyebab kolik belum diketahui secara pasti. Gas, sistem pencernaan yang belum matang, dan intoleransi susu sering disebut sebagai penyebab, tetapi tidak satu pun sudah dipastikan. Menuliskannya seolah-olah pasti membuat Mama mencari solusi untuk masalah yang mungkin bukan penyebabnya.

Kolik adalah diagnosis setelah kemungkinan lain disingkirkan. Bayi menangis lama tidak otomatis berarti kolik. Dokter menyimpulkannya setelah memastikan tidak ada penyebab lain yang lebih serius.

Simethicone (gas drops) tidak konsisten terbukti efektif untuk kolik. Umumnya aman, tetapi jangan diandalkan sebagai solusi utama.

Probiotik tidak bisa digeneralisasi. Bukti yang ada terutama berkaitan dengan galur tertentu, Lactobacillus reuteri DSM 17938, dan sebagian besar pada bayi yang mendapat ASI eksklusif. Probiotik lain belum tentu memberi hasil yang sama.

Alergi protein susu sapi (CMPA) bukan penjelasan otomatis. Kaitannya dengan kolik masih belum pasti bila tidak ada gejala alergi lain seperti ruam, muntah berulang, diare berdarah, atau berat badan yang tidak naik. Jangan menghentikan susu atau menjalani diet eliminasi tanpa arahan dokter.

Kapan Tangisan Bukan Kolik

Segera periksakan bila tangisan disertai:

  • Demam pada bayi di bawah 3 bulan, ini selalu darurat

  • Muntah berulang atau muntah menyemprot

  • Menolak minum, atau minum jauh berkurang

  • Bayi tampak lemas, sulit dibangunkan, atau justru tangisannya terus-menerus dan tidak bisa ditenangkan sama sekali

  • Ada darah pada tinja, atau berat badan tidak naik

  • Perubahan kondisi yang membuat Mama merasa ada yang tidak beres

Kabar baiknya: kolik umumnya bersifat sementara dan membaik seiring bertambahnya usia, sebagian besar mereda sekitar usia 3–4 bulan. Tidak ada satu metode yang pasti menghentikannya, dan itu bukan cerminan kemampuan Mama sebagai orang tua.

sumber:

mayoclinic.org

webmd.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami