Search

Cara Mencegah & Mengatasi Gigi Berlubang Pada Anak Balita 3 Tahun

Pertumbuhan gigi anak sudah harus diperhatikan sejak dini. Jangan sampai gigi Si Kecil terlanjur berlubang. Yuk simak cara mencegah dan mengatasi gigi berlubang pada anak balita 3 tahun di sini!

Masalah Gigi Berlubang pada Anak 3 Tahun

Selain berat dan tinggi badan bayi, Mama juga perlu memberi perhatian ekstra pada gigi si Kecil, sebab letaknya yang tertutup mulut seringkali diabaikan. Padahal banyak sistem saraf dalam mulut yang berhubungan dengan anggota tubuh lainnya. Jadi ketika gigi berlubang atau sakit, bisa jadi akan berdampak ke penyakit lain.

Faktanya, masalah gigi bukan persoalan sepele. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas 2018) menyebut bahwa 93% anak usia dini mengalami gigi berlubang.

“Indonesia dilaporkan memiliki keparahan early childhood caries (ECC) yang tinggi dengan 90% anak usia 3-5 tahun memiliki karies gigi.” – World Health Organization

Duh, jangan sampai terjadi pada Si Kecil ya, Ma. Masalah pada gigi berawal dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang terus menumpuk. Yuk cegah masalah gigi balita sejak dini.

Penyebab Gigi Berlubang Pada Balita

Proses kerusakan gigi dimulai dari pertemuan bakteri di mulut dengan makanan mengandung gula. Pertemuan tersebut menghasilkan asam yang menggerogoti struktur gigi dengan menghabiskan kalsium.

Bakteri itu juga membuat tingkat asam pada plak meningkat sehingga mengikis email. Setelah terkikis terus menerus dalam waktu lama, maka permukaan gigi akan rapuh dan muncul lah lubang.

Ada beberapa tanda yang kemungkinan menunjukkan bahwa Si Kecil sedang mengalami kerusakan gigi:

  • Ada bintik putih atau hitam di gigi anak, ini menandakan email gigi sudah mulai rusak.
  • Si Kecil menangis atau mengeluh sakit di gigi.
  • Gigi anak jadi lebih sensitif terhadap panas atau dingin.

gigi berlubang pada anak 3 tahun

Selain makanan manis, faktor genetik juga berperan. Kalau Mama atau Papa memiliki gigi dengan email yang lebih lembut (sehingga lebih mudah mengalami gigi berlubang), bisa jadi itu akan menurun pada anak.

Mencegah dan Mengatasi Gigi Berlubang

Mama tidak perlu khawatir karena gigi berlubang dapat dicegah dengan berbagai kebiasaan berikut ini:

1. Batasi gula

Gula memang manis, tapi ternyata dampaknya tidak semanis rasanya. Tidak hanya total konsumsi gula, frekuensi konsumsi gula juga perlu diperhatikan. Karena gigi yang berulang kali terpapar gula akan membuat struktur gigi terkikis terus menerus.

Selain permen, karbohidrat bertepung seperti biskuit dan sereal atau jus buah dan susu juga mengandung gula yang perlu dibatasi.

2. Hindari berbagi alat

Tidak hanya berbagi sikat gigi yang harus dicegah, kadang tanpa sadar Mama memasukkan sendok bayi ke mulut Mama, lalu sendok itu kembali digunakan untuk menyuapi bayi. Hal ini bisa membuat bakteri dari mulut Mama berpindah ke Si Kecil.

3. Rajin sikat gigi

Segera setelah gigi anak tumbuh, orang tua sudah harus mengajarkan anak untuk membersihkan gigi. Mulai dari menggunakan air, lalu perlahan menggunakan pasta gigi. Sikat gigi dua kali sehari. Hindari anak tidur dengan botol susu, supaya tidak ada gula menempel selama Si Kecil tidur.

4. Ke dokter gigi

Sebelum usia satu tahun atau setelah anak mulai tumbuh gigi, lakukanlah kunjungan rutin ke dokter gigi, setidaknya 6 bulan sekali. Ini penting untuk mengetahui kondisi gigi balita supaya kerusakan gigi bisa dicegah.

Kalau gigi balita sudah terlanjur berlubang, dokter akan melakukan penambalan gigi supaya lubang tidak semakin besar. Menambal gigi susu dapat membuat gigi jadi lebih awet, ini penting supaya anak tidak kehilangan gigi susu sebelum waktunya.

Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini

Mengajari anak untuk menggosok gigi bisa jadi sebuah tantangan, sebab biasanya anak akan menolak. Di awal-awal, balita akan kesulitan mengkoordinasikan tangannya untuk menyikat gigi. Alasan lain mereka menolak sikat gigi adalah karena tidak suka dengan rasanya.

Jangan khawatir, teruslah sabar mengajari anak menggosok gigi. Perlahan ia akan mulai terbiasa. Supaya proses sikat gigi jadi menyenangkan, gunakan pasta gigi dengan rasa yang disukai anak. Tapi pastikan kandungannya aman untuk balita ya., Ma!

Sebentar lagi akan hadir Mama’s Choice Kids Toothpaste dengan 3 varian rasa yaitu strawberry, orange dan bubble gum. Berbeda dengan pasta gigi bayi lain, Mama’s Choice Kids Toothpaste lebih aman karena tidak mengandung flouride dan sulfat (SLS/SLES). Sebagai gantinya, digunakan calcium glycerophosphate dan xylitol yang dapat mencegah gigi berlubang pada anak 3 tahun.

Terus semangat ajari anak sikat gigi ya, Ma! Rajin sikat gigi, sakit gigi pun pergi.

Klik banner di bawah untuk berbelanja berbagai perlengkapan si Kecil dengan harga spesial!

Mama's Choice Baby Hair and Body Wash, sampo bayi

Artikel terkait: 4 Alasan Mengapa Pasta Gigi Tanpa Fluoride Lebih Aman

Sumber:

fkg.ui.ac.id

apps.who.int

parents.com

toothfairypediatricdental.com

healthline.com

Ambar Arum

Senang belajar dan berbagi info tentang ibu, anak, dan keluarga. Sebab harta yang paling berharga adalah keluarga. Setuju kan? Semoga bermanfaat ya!

COMMENTS

0 Comments
Leave a comment

Keranjang Anda (0)

Close

Belanja Rp90,000 lagi untuk dapat free ongkir!

Mini Cart

Keranjang belanja Anda kosong.

Shop now